Wednesday, October 18, 2017

7 ADAB YANG SERING KITA LUPAKAN UNTUK DIAJARKAN KE ANAK-ANAK

Kita semua pasti sering mengatakan “Tolong dan Terima kasih” tapi kita sering lupa untuk mengajarkan ke anak-anak kita adab. Adab sangat penting di dalam kehidupan sosial kita, tentu saja kita (termasuk saya) juga sering melupakan bahwa hal ini adalah hasil dari karakter sifat yang baik dan moral yang kuat.


Adab yang baik akan membuat kehidupan sosial kita menjadi lebih mudah, banyak teman, banyak yang senang dan tentu saja akan ada banyak orang atau teman yang merasa senang dekat dengan kita dan membantu kita. Ada cara untuk membuat adab menjadi lebih menyenangkan. Tentunya kita menginginkan anak-anak kita memiliki adab yang baik dan dihormati oleh yang lain, yang akan menjadi tujuan akhirnya adalah menjadi pribadi yang baik dan bertanggung jawab.

Berikut diantaranya:

1. Mengucapkan salam

Mengapa ucapan salam dari orang dewasa membuat anak-anak menjadi malu? Jika seseorang mengucapkan salam kepada anak saya, maka dia akan menunduk atau tersenyum kecil, namun tidak membalas ucapan salam tersebut, saya pernah mengingatkan anak-anak saya jika kita membalas salam maka hal ini di anggap kasar dan saya tidak menginginkan orang lain menganggap bahwa ia kasar .

NOTE: saya juga mempunyai aturan bahwa ia tidak boleh menerima sesuatu apapun dari orang yang tidak ia kenal

Tips: bermain dengan mencontohkan seolah-olah kita bertemu seseorang yang kita kenal di toko

2. Komunikasi 2 Arah

Kita juga harus mengingatkan kepada anak-anak bahwa ketika seseorang menanyakan kabar, maka kita menjawabnya dengan baik dan membalasnya dengan menanyakan kabarnya juga, ini adalah komunkasi 2 arah bukan seperti menjawab lembaran quesioner.

Tips: bermain seolah-olah kita sedang melakukan komunikasi dua arah. Dengan cara memberikan waktu 10 detik untuk menjawab sebelum giliran yang lain untuk menjawab, jika salah satu tidak menjawab maka yang lain yang akan mendapat poin.

3. Pujian

Belajar mengucapkan terima kasih (atau Jazakumullah jika ia muslim) ketika seseorang memuji kita, jangan hanya tersenyum, berikan balasan pujian jika memungkinkan.

Tips: membuat awan pujian. Setiap kali mereka mendapatkan pujian yang baik dan memberikan pujian kepada yang lain, maka mereka mendapatkan poin yang akan ditulis di awan tersebut. Ketika mereka mendapatkan 50 pujian di awan mereka akan mendapatkan hadiah.

4. Etika menerima telepon

Anak-anak harus dibiasakan bagaiman berkomunikasi yang sopan di telepon. Saya pribadi menginginkan anak-anak saya menjawab telepon dengan salam, dan jika seseorang yang menelpon tersebut perlu berbicara dengan orang dewasa maka anak saya akan menjawab “mohon tunggu sebentar.”
Saya ingat suatu ketika ibu saya memarahi saya ketika temannya menelpon lalu saya menjawab dan merespon dengan tidak baik sehingga membuatnya tersinggung setelah kejadian itu ibu saya mengajarkan dan selalu mengingatkan saya untuk menjawab telepon dengan baik dan bagaimana meresponnya dengan etika. Ini yang ingin saya tekankan kepada anak2 saya ketika menjawab telepon dan merespon pertanyaan dari orang lain agar jangan kejadian yang pernah saya alami terulang kembali.
Saya juga menginginkan mereka untuk memahami bahwa mereka tidak diperkenankan untuk menulis text di handphone ketika mereka berbicara dengan orang lain atau saat sedang makan dengan orang lain.

Tips: gunakan telepon lama dan bermain seolah-olah kita sedang d situasi yang berbeda misalnya di sebuah toko, perpustakaan, masjid atau ketika sedang makan.

5. Makan di Restoran

Kita mengajarkan anak untuk menggunakan peralatan makan dari perak namun apakah kita pernah mengajarkan kepada mereka bagaimana adab ketika kita makan di luar, adab makan bukan hanya untuk orang dewasa saja tetapi untuk semua orang disekitar kita. Dimulai dengan mencuci tangan terlebih dahulu (bisa di skip jika tangan kita sudah bersih), membaca bismillaah, makan yang lebih dekat terlebih dahulu dan tidak meniup makanan dan minuman, serta bertanya dengan sopan ketika membutuhkan sesuatu, dan di akhiri dengan alhamdulillaah setelah makan.

6. Bertamu ke rumah orang lain

Lain di restoran lain pula di rumah orang lain. Tentunya kita pernah diundang makan di rumah teman, saudara atau bahkan kolega. Saya menginginkan anak saya bertamu dan makan hingga selesai dengan manis terutama saat makan. Beberapa adab makan yang saya ketahui dari membaca literatur khususnya adab islami:
Mencuci tangan sebelum makan, Termasuk dari adab makan adalah bertanya mengenai makanannya ke tuan rumah, Membaca bismillaah, Makan dengan tangan kanan, Makan dengan 3 jari (jika sedang tidak menggunakan sendok garpu),Makan dari yang terdekat, Tidak meludah atau meniup makanan, Mengambil dan memakan serpihan makanan yang jatuh, Mencuci tangan setelah makan, Mengucap syukur dan Mendoakan si pengundang, serta Tidak mencela dan mengkritisi makanan.

Tips: bermain tamu-tamuan lalu lakukanlah hal tersebut diatas dan ingatkan mereka setiap kali makan.

7. Antri di tempat umum

Hal ini pasti sering kita alami sehari-hari dari mulai mengantri toilet umum, mmbeli tiket di kebun binatang atau saat mengantri di stand makanan semacam food court pasti kesal ya jika kita melihat ibu-ibu yang menggunakan wajah manis anaknya untuk menyela antrian kita, tentunya saya tidak menginginkan hal itu terjadi pada saya dan anak-anak saya untuk itu saya mengajarkan kepada anak-anak saya first come, first served dimulai dari rumah saat waktu mandi atau saat buang air kecil sebelum tidur.

No comments:

Post a Comment